Pendekatan Bermain Mahjong Ways 3 ala Pemain Game yang Menetapkan Target 5 Juta Secara Terkontrol berangkat dari kebiasaan sederhana: memperlakukan sesi bermain seperti proyek kecil yang punya batas, catatan, dan evaluasi. Saya pertama kali mendengar cara ini dari seorang teman komunitas game bernama Raka, yang dikenal bukan karena “nekat”, melainkan karena disiplin. Ia tidak mengejar sensasi, tetapi mengejar konsistensi—dan itulah yang membuat target 5 juta terdengar masuk akal, bukan sekadar angan.
Raka bercerita, dulu ia sering bermain tanpa arah, mengandalkan perasaan, lalu heran kenapa hasilnya naik turun. Setelah beberapa kali menyesal karena keputusan impulsif, ia mengubah pendekatannya: menetapkan target, membuat aturan berhenti, dan memisahkan antara strategi dan emosi. Dari situ, cara bermainnya berubah menjadi lebih terkontrol, seolah ia sedang menguji sebuah metode, bukan sekadar “mencoba peruntungan”.
1) Menetapkan Target 5 Juta sebagai Angka Kerja, Bukan Angka Gengsi
Raka menekankan bahwa target 5 juta bukan angka untuk dipamerkan, melainkan angka kerja yang memandu keputusan. Ia memecah target besar menjadi target kecil per periode, misalnya per minggu atau per beberapa sesi, sehingga terasa realistis dan bisa dipantau. Dengan cara ini, ia tidak menekan diri untuk “harus” tercapai dalam satu waktu, karena tekanan biasanya memicu keputusan serampangan.
Yang menarik, ia selalu menuliskan alasan mengapa target itu dipilih: apakah untuk menguji konsistensi strategi, untuk menutup biaya hiburan, atau sekadar tolok ukur kedisiplinan. Saat alasan tertulis jelas, target menjadi lebih netral dan tidak memancing ego. Di Mahjong Ways 3, ia menganggap target sebagai kompas, bukan gas; kompas memberi arah, tetapi gas tetap harus dikendalikan.
2) Membuat Batas Modal dan Batas Kerugian yang Tidak Bisa Ditawar
Sebelum memulai sesi, Raka menentukan batas modal yang siap ia gunakan untuk hiburan, lalu menentukan batas kerugian harian yang tidak boleh dilampaui. Ia menyebutnya “pagar”, karena pagar berfungsi mencegah kita tersesat terlalu jauh ketika suasana hati sedang tidak stabil. Jika pagar tersentuh, sesi selesai, tanpa negosiasi.
Ia juga menghindari kebiasaan “balik modal” pada hari yang sama. Menurutnya, mengejar pemulihan cepat sering membuat orang mengubah pola bermain tanpa sadar: lebih terburu-buru, lebih sering mengganti keputusan, dan lebih mudah terpancing. Dengan pagar yang tegas, ia melindungi rencana jangka panjang, karena target 5 juta justru lebih mudah dikejar lewat kestabilan, bukan ledakan sesaat.
3) Ritme Sesi: Durasi Pendek, Jeda, dan Evaluasi Mini
Alih-alih bermain panjang tanpa henti, Raka membagi sesi menjadi durasi pendek. Ia memasang alarm sebagai pengingat jeda, karena ia paham fokus manusia menurun setelah periode tertentu. Jeda singkat membuatnya kembali “dingin”, sehingga keputusan berikutnya tidak didikte oleh lelah atau emosi.
Setiap jeda, ia melakukan evaluasi mini: apa yang terjadi dalam beberapa menit terakhir, apakah ia mulai bermain lebih cepat dari biasanya, apakah ia tergoda mengubah pola tanpa alasan. Evaluasi mini ini sederhana, tetapi efeknya besar—ia bisa mendeteksi perubahan perilaku sebelum menjadi kebiasaan buruk. Dalam Mahjong Ways 3, ritme seperti ini membuatnya tetap berada di jalur rencana, bukan terseret arus.
4) Membaca Pola dengan Catatan, Bukan Ingatan
Raka tidak mengandalkan ingatan karena ingatan sering bias: kita cenderung mengingat momen yang “dramatis” dan melupakan yang biasa-biasa saja. Ia membuat catatan singkat setiap sesi, termasuk durasi, keputusan penting, dan hasil akhir. Bukan catatan panjang, cukup format ringkas agar konsisten dilakukan.
Dari catatan itu, ia mencari pola perilaku, bukan “ramalan”. Misalnya, ia menemukan bahwa saat bermain larut malam, ia lebih impulsif; atau saat bermain terlalu cepat, ia lebih sering mengambil keputusan yang tidak sesuai rencana. Dengan data kecil seperti itu, ia bisa mengatur ulang kebiasaan. Baginya, pendekatan terkontrol berarti memperbaiki proses, bukan mengejar pembenaran.
5) Mengelola Emosi: Tanda Bahaya, Bukan Musuh
Raka punya daftar tanda bahaya yang ia kenali dari dirinya sendiri: napas mulai pendek, ingin segera “mengejar”, atau mulai membandingkan hasil hari ini dengan orang lain. Saat tanda itu muncul, ia tidak memaksa diri menjadi “kebal emosi”. Ia justru menganggap emosi sebagai sinyal bahwa kualitas keputusan sedang turun.
Ia lalu menerapkan langkah sederhana: berhenti sejenak, minum air, dan menilai apakah masih bermain sesuai rencana. Jika tidak, ia menutup sesi tanpa drama. Menurutnya, target 5 juta hanya mungkin dicapai bila emosi dikelola seperti variabel, bukan dituruti. Di Mahjong Ways 3, kemampuan berhenti pada saat yang tepat sering lebih penting daripada kemampuan terus bermain.
6) Aturan Naik-Turun Intensitas: Bertahap dan Terukur
Ketika hasil sedang baik, Raka tidak langsung menaikkan intensitas secara agresif. Ia memakai aturan bertahap: perubahan dilakukan kecil-kecil, lalu dilihat dampaknya dalam beberapa sesi. Ia percaya bahwa perubahan besar mendadak biasanya didorong euforia, dan euforia sering membuat orang merasa “tak mungkin salah”.
Sebaliknya, saat hasil kurang memuaskan, ia tidak menurunkan kualitas keputusan dengan cara panik. Ia menurunkan intensitas secara terukur atau bahkan berhenti lebih cepat, lalu kembali ke catatan untuk mencari penyebab. Dengan naik-turun yang terukur, ia menjaga agar grafik hasil tidak liar. Pada akhirnya, pendekatan ini membuat target 5 juta terasa seperti akumulasi dari banyak keputusan kecil yang benar, bukan satu momen spektakuler yang sulit diulang.

